Kepolisian Nasional Belanda menangkap seorang pria berusia 35 tahun asal Buren yang diduga melakukan peretasan terhadap sistem milik klub sepak bola profesional Ajax Amsterdam (AFC Ajax) pada awal tahun ini. Penangkapan dilakukan pada Selasa, 26 Mei, setelah penyelidikan polisi menemukan dugaan akses ilegal berulang ke jaringan komputer klub tersebut.
Dalam pernyataan resminya, polisi menyebut tersangka diduga beberapa kali menyusup secara sengaja ke sistem komputer Ajax. Kasus ini mulai diselidiki setelah klub melaporkan adanya pelanggaran keamanan siber pada awal 2026.
Ajax sebelumnya mengungkap insiden tersebut pada akhir Maret. Klub menyatakan bahwa pelaku memanfaatkan celah keamanan pada sistem teknologi informasi mereka untuk memperoleh akses ke data ratusan orang. Kerentanan itu juga memungkinkan perubahan terhadap larangan masuk stadion yang dikenakan kepada kurang dari 20 orang, serta pengalihan tiket yang sudah dibeli kepada pihak lain.
Menurut laporan RTL, kelemahan keamanan yang sama memberi akses luas terhadap data penggemar melalui API dan penggunaan kunci bersama. Peretas bahkan menunjukkan bagaimana tiket musiman VIP dapat dialihkan hanya dalam hitungan detik.
Lebih jauh lagi, pelaku disebut mampu memanipulasi 538 larangan stadion suporter, mengakses sekitar 42.000 tiket musiman, serta melihat rincian lebih dari 300.000 akun pengguna.
Ajax telah menutup celah keamanan yang dimanfaatkan dalam serangan tersebut dan melaporkan insiden itu kepada Otoritas Perlindungan Data Belanda serta pihak kepolisian.
Sebelumnya, pada September 2025, Kepolisian Nasional Belanda juga menangkap dua remaja yang diduga terlibat aktivitas mata-mata Rusia menggunakan perangkat pelacak WiFi di sekitar kantor Europol, Eurojust, dan Kedutaan Besar Kanada.
Selain itu, otoritas investigasi kejahatan keuangan Belanda (FIOD) baru-baru ini menangkap dua orang dan menyita sekitar 800 server yang terkait dengan perusahaan penyedia layanan hosting web yang diduga mendukung serangan siber, operasi campur tangan, dan kampanye disinformasi.

