Halaman

    Social Items

Showing posts with label ADHD. Show all posts
Showing posts with label ADHD. Show all posts

Sebuah penelitian yang dirilis pada hari Selasa (17/07/2018) oleh Journal of American Medical Association menunjukkan hubungan langsung antara waktu layar komputer di kalangan remaja dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

ADHD merupakan salah satu gangguan perilaku yang umum terjadi pada anak. Gangguan ini tampaknya sulit untuk dipahami sehingga tak jarang orang menganggap ADHD sama dengan autisme, padahal keduanya merupakan hal yang berbeda.

Studi tersebut dilakukan selama dua tahun dimana mereka mengamati sekelompok lebih dari 2.500 siswa sekolah menengah dari Los Angeles yang kemampuannya untuk memusatkan perhatian ketika mereka menjadi semakin terlibat dalam platform media digital selama durasi percobaan.

Untuk setiap tingkat keterlibatan digital remaja meningkat, gejala ADHD yang dilaporkan meningkat 10 persen, menurut penelitian tersebut. Sementara penggunaan media digital yang signifikan tidak secara pasti menyebabkan ADHD, namun tampaknya menyebabkan gejala yang akan menjamin diagnosa atau perawatan farmasi semacam itu, kata studi tersebut.

ADHD telah lama dianggap dimulai pada tahap awal perkembangan masa kanak-kanak. Tetapi keadaan yang tepat - apakah biologis atau disebabkan oleh lingkungan seseorang - masih diperdebatkan di kalangan profesional kesehatan mental.

“Kami percaya, kami sedang mempelajari terjadinya gejala baru yang tidak hadir pada awal penelitian,” kata Adam Leventhal, psikolog dari Universitas Southern California dan penulis senior studi ini.

Penelitian lain yang melibatkan keterlibatan digital telah menyarankan hubungan terbalik dengan kebahagiaan: Ketika penggunaan media digital menurun, orang umumnya melaporkan merasa lebih bahagia.

Studi JAMA ini mengamati remaja dengan usia 15 dan 16 tahun sesekali selama periode dua tahun. Subyek ditanya tentang frekuensi kegiatan online mereka dan apakah mereka mengalami salah satu dari 18 gejala ADHD.

Studi ini mengakui bahwa subjek mungkin telah menunjukkan gejala ADHD sejak awal yang disebabkan oleh faktor lain, tetapi tetap diperparah oleh penggunaan media digital.

Hubungan Gangguan Mental Anak Dengan Media Digital